UNSUR-UNSUR FILM .
Pada saat saya mempelajari mata kuliah sinematografi,saya mengirah unsur-unsur film hanya beberapa saja, akan tetapi banyak sekali yang bisa membuat sebuah film menjadi bagus berkat orang- orang yang berkerja di belakang unsur-unsur film tersebut seperti beberapa unsur-unsur berikut ini.
disini saya akan membahas sebuah unsur - unsur film kesukaan saya, yaitu film "MOANA' yang berceritakan seorang putri yang gagah berani bertemu dengan seorang legenda pulau untuk mengembalikan batu laut yang telah hilang cukup lama, namun sebuah pulau itu dijaga raksasa pulau yang sangat marah apabilah ada seseorang /kapal yang mendekat dia akan menyerangnya secara langsung...
Moana adalah sebuah film petualangan fantasi musikal animasi
komputer 3D Amerika 2016 yang diproduksi oleh Walt Disney Animation
Studios dan film ke-56 dalam kanon fitur animasi Disney. Film tersebut
disutradarai oleh Ron Clements, John Musker
- Ide cerita
film ini mengambil sebuah kisah komik yang berceritaka sebuah putri yang dipangil oleh lautan untuk mengembalikan sebuah batu pulau yang telah dihilangkan/diambil oleh seseorang namun ditengah perjalanan,putri tersebut meminta bantuan kepada seorang legenda untuk dapat membantunya.
2. Skenario
Skenario
adalah naskah yang disusun dalam bentuk literer sebagai landasan bagi
penggarapan suatu produksi. Dalam dunia perfileman, skenario dinamakan juga
“shooting script” lengkap dengan dialog-dialog dan istilah teknis sebagai
instruksi kepada para kerabat kerja seperti juru kamera, juru suara, juru
cahaya, dan lain-lain
3. Sutradar
Sutradara
merupakan pionir pembuatan film tentang bagaimana yang harus tampak oleh
penonton. Tanggung jawabnya meliputi aspek-aspek kreatif, baik interpretatif
maupun teknis dari sebuah produksi film. Selain mengatur laku di depan kamera
dan mengarahkan aKting serta dialog, sutradara juga mengontrol posisi kamera
beserta gerak kamera, suara dan pencahayaan. Di samping hal-hal lain yang
menyumbangkan kepada hasil akhir sebuah film.
2. Skenario
Skenario
adalah naskah yang disusun dalam bentuk literer sebagai landasan bagi
penggarapan suatu produksi. Dalam dunia perfileman, skenario dinamakan juga
“shooting script” lengkap dengan dialog-dialog dan istilah teknis sebagai
instruksi kepada para kerabat kerja seperti juru kamera, juru suara, juru
cahaya, dan lain-lain .
3.
Penata Fotografi
Penata
fotografi atau juru kamera adalah tangan kanan sutradara dalam kerja lapangan.
Ia bekerja sama dengan sutradara untuk menentukan jenis-jenis shoot, termasuk
menentukan jenis-jenis lensa. Selain itu, ia juga menentukan diafragma kamera
dan mengatur lampu-lampu untuk mendapatkan efek cahaya pencahayaan yang
diinginkan. Sebagai tangan kanan sutradara, juru kamera melakukan tugas
pembingkaian. Dalam pelaksanaan tugasnya, ia akan membuat komposisi-komposisi
dari subyek yang hendak direkam.
4. Penata Artistik
Tata
artistik berarti penyusunan segala sesuatu yang melatar belakangi cerita film,
yakni mengangkat pemikiran tentang setting. Yang dimaksud setting adalah
tempat-tempat waktu berlangsungnya cerita film. Oleh karena itu, sumbangan yang
dapat diberikan seorang penata artistik kepada sebuah produksi film sangat
penting.
Penata artistik boleh
mempunyai kecenderungan, namun bukan gaya yang harus tunduk pada tuntungan
cerita atau pengarahan sutradara. Ia bertugas menterjemahkan konsep visual
sutradara kepada pengertian-pengertian visual dan segala hal yang mengelilingi
aksi di depan kamera, di latar depan sebagaimana di latar belakang.
5. Penata Suara
Sebagai
media audio-visual, pengembangan film sama sekali tidak boleh hanya memikirkan
aspek visual, sebab suara juga merupakan aspek kenyataan hidup. Itulah sebabnya
pengembangan teknologi perekaman suara untuk film tidak bisa diabaikan.
Tata suara dikerjakan di
studio suara. Tenaga ahlinya disebut penata suara yang dalam tugasnya dibantu
tenaga-tenaga pendamping, seperti perekam suara di lapangan maupun di studio.
Perpaduan unsure-unsur suara ini nantinya akan menjadi jalur suara yang
letaknya bersebelahan dengan jalur gambar dalam hasil akhir film yang siap
diputar di bioskop.
6. Penata Musik
Sejak
dahulu, musik dipandaang penting untuk mendampingi film. Dalam era film bisu,
sudah ada usaha-usaha untuk mempertunjukan film dengan iringan musik hidup.
Para pemusik bersiap di dekat layar dan akan memainkan alat musik pada
adegan-adegan tertentu.
Perfileman
Indonesia memiliki penata musik jempolan, yaitu Idris Sardi. Ia berulangkali
meraih piala citra untuk tata musik terbaik. Kewajiban seorang penata musik
adalah untuk menata paduan bunyi (yang bukan efek suara) yang mampu menambah
nilai dramatic seluruh cerita film.
7. Pemeran
Pemeran
atau aktor yaitu orang yang memerankan suatu tokoh dalam sebuah cerita film.
Pemeran membawakan tingkah laku seperti yang telah ada dalam skenario.
8. Penyunting
Penyuting
disebut juga editor yaitu orang yang bertugas menyusun hasil shoting sehingga
membentuk rangkaian cerita sesuai konsep yang diberikan oleh sutradara.
9. Editor
Editor
bertugas menyusun hasil syuting hingga membentuk rangkaian cerita. Ia bekerja
di bawah pengawasan sutradara tanpa mematikan kreatifitas, sebab kerja editor
berdasarkan konsepsi.
Editor
akan menyusun segala materi di meja editing menjadi pemotongan kasar (rought
cut) dan pemotongan halus (tine cut). Hasil pemotongan halus disempurnakan lagi
dan akhirnya ditransver bersama suara dengan efek-efek transisi optik untuk
menunjukan waktu maupun adegan.