Kamis, 28 Februari 2019

Unsur-unsur film.




 UNSUR-UNSUR FILM .

 Pada saat saya mempelajari mata kuliah sinematografi,saya mengirah unsur-unsur film hanya beberapa saja, akan tetapi banyak sekali yang bisa membuat sebuah film menjadi bagus berkat orang- orang yang berkerja di belakang unsur-unsur film tersebut seperti beberapa unsur-unsur berikut ini.
disini saya akan membahas sebuah unsur - unsur film kesukaan saya, yaitu film "MOANA' yang berceritakan seorang putri yang gagah berani bertemu dengan seorang legenda pulau untuk mengembalikan batu laut yang telah hilang cukup lama, namun sebuah pulau itu dijaga raksasa pulau yang sangat marah apabilah ada seseorang /kapal yang mendekat dia akan menyerangnya secara langsung...Moana adalah sebuah film petualangan fantasi musikal animasi komputer 3D Amerika 2016 yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios dan film ke-56 dalam kanon fitur animasi Disney. Film tersebut disutradarai oleh Ron Clements, John Musker


  1.          Ide cerita  
film ini mengambil sebuah kisah komik yang berceritaka sebuah putri yang dipangil oleh lautan untuk mengembalikan sebuah batu pulau yang telah dihilangkan/diambil oleh seseorang namun ditengah perjalanan,putri tersebut meminta bantuan kepada seorang legenda untuk dapat membantunya.

    2.           Skenario 
Skenario adalah naskah yang disusun dalam bentuk literer sebagai landasan bagi penggarapan suatu produksi. Dalam dunia perfileman, skenario dinamakan juga “shooting script” lengkap dengan dialog-dialog dan istilah teknis sebagai instruksi kepada para kerabat kerja seperti juru kamera, juru suara, juru cahaya, dan lain-lain

    3.         Sutradar
Sutradara merupakan pionir pembuatan film tentang bagaimana yang harus tampak oleh penonton. Tanggung jawabnya meliputi aspek-aspek kreatif, baik interpretatif maupun teknis dari sebuah produksi film. Selain mengatur laku di depan kamera dan mengarahkan aKting serta dialog, sutradara juga mengontrol posisi kamera beserta gerak kamera, suara dan pencahayaan. Di samping hal-hal lain yang menyumbangkan kepada hasil akhir sebuah film.
2.         Skenario
Skenario adalah naskah yang disusun dalam bentuk literer sebagai landasan bagi penggarapan suatu produksi. Dalam dunia perfileman, skenario dinamakan juga “shooting script” lengkap dengan dialog-dialog dan istilah teknis sebagai instruksi kepada para kerabat kerja seperti juru kamera, juru suara, juru cahaya, dan lain-lain .
3.         Penata Fotografi
Penata fotografi atau juru kamera adalah tangan kanan sutradara dalam kerja lapangan. Ia bekerja sama dengan sutradara untuk menentukan jenis-jenis shoot, termasuk menentukan jenis-jenis lensa. Selain itu, ia juga menentukan diafragma kamera dan mengatur lampu-lampu untuk mendapatkan efek cahaya pencahayaan yang diinginkan. Sebagai tangan kanan sutradara, juru kamera melakukan tugas pembingkaian. Dalam pelaksanaan tugasnya, ia akan membuat komposisi-komposisi dari subyek yang hendak direkam.
4.         Penata Artistik
Tata artistik berarti penyusunan segala sesuatu yang melatar belakangi cerita film, yakni mengangkat pemikiran tentang setting. Yang dimaksud setting adalah tempat-tempat waktu berlangsungnya cerita film. Oleh karena itu, sumbangan yang dapat diberikan seorang penata artistik kepada sebuah produksi film sangat penting.
                        Penata artistik boleh mempunyai kecenderungan, namun bukan gaya yang harus tunduk pada tuntungan cerita atau pengarahan sutradara. Ia bertugas menterjemahkan konsep visual sutradara kepada pengertian-pengertian visual dan segala hal yang mengelilingi aksi di depan kamera, di latar depan sebagaimana di latar belakang. 
5.         Penata Suara
Sebagai media audio-visual, pengembangan film sama sekali tidak boleh hanya memikirkan aspek visual, sebab suara juga merupakan aspek kenyataan hidup. Itulah sebabnya pengembangan teknologi perekaman suara untuk film tidak bisa diabaikan.
                        Tata suara dikerjakan di studio suara. Tenaga ahlinya disebut penata suara yang dalam tugasnya dibantu tenaga-tenaga pendamping, seperti perekam suara di lapangan maupun di studio. Perpaduan unsure-unsur suara ini nantinya akan menjadi jalur suara yang letaknya bersebelahan dengan jalur gambar dalam hasil akhir film yang siap diputar di bioskop.
6.         Penata Musik
Sejak dahulu, musik dipandaang penting untuk mendampingi film. Dalam era film bisu, sudah ada usaha-usaha untuk mempertunjukan film dengan iringan musik hidup. Para pemusik bersiap di dekat layar dan akan memainkan alat musik pada adegan-adegan tertentu.
Perfileman Indonesia memiliki penata musik jempolan, yaitu Idris Sardi. Ia berulangkali meraih piala citra untuk tata musik terbaik. Kewajiban seorang penata musik adalah untuk menata paduan bunyi (yang bukan efek suara) yang mampu menambah nilai dramatic seluruh cerita film. 
7.         Pemeran
Pemeran atau aktor yaitu orang yang memerankan suatu tokoh dalam sebuah cerita film. Pemeran membawakan tingkah laku seperti yang telah ada dalam skenario.
8.         Penyunting
Penyuting disebut juga editor yaitu orang yang bertugas menyusun hasil shoting sehingga membentuk rangkaian cerita sesuai konsep yang diberikan oleh sutradara.          
9.         Editor
Editor bertugas menyusun hasil syuting hingga membentuk rangkaian cerita. Ia bekerja di bawah pengawasan sutradara tanpa mematikan kreatifitas, sebab kerja editor berdasarkan konsepsi.
Editor akan menyusun segala materi di meja editing menjadi pemotongan kasar (rought cut) dan pemotongan halus (tine cut). Hasil pemotongan halus disempurnakan lagi dan akhirnya ditransver bersama suara dengan efek-efek transisi optik untuk menunjukan waktu maupun adegan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar