Kamis, 16 Mei 2019

MEMAHAMI LAGI GERAKAN KAMERA DAN GAMBAR

 MEMAHAMI (LAGI) GERAKAN KAMERA(JUGA) GAMBAR

A. Tujuan Gerakan Kamera

Dalam film, gerakan kamera adalah faktor yang sangat penting untuk memvisualissikan naskah serta menambah efek fungsionalmauun artistik dari gambar yag dihasilkan oleh kamera

1. Gerakan Panning

a. Tujuan Fungsioanal/Teknis
1.  Mengikuti Gerakan Subjek untuk menunjukkan situasi
2. menunjukkan bagian dimana bagian tersebut mempunyai hubungan satu sama lain
3. menunjukkan pemandangan secara keseluruhan
4. menghindari subjek atau objek yang tidak diinginkan masuk dalam gambar

b. Tujuan Artistik
1. menghubungkan beberapa subyek
2. memperlihatkan hubungan yang satu dengan yang lainnya
3. memperlihatkan sebab akibat
4. mengalihkan titik perhatian penonton
5. membangun ketegangan yang mempunyai dampak pada penonton

2 . Gerakan Pedestal Up

a. Tujuan Fungsional/Teknis.
1. melihat gerakan secara keseluruhan
2. menghindari subyek atau oyek yang ada do foreground atau latar depan gambar

b. Tujuan Artistik
1. melihat subyek atau obyek dari bawah
2. mengurangi kekuatan subyek
3. mengurangi dominasi foreground

3. Gerakan Pedestal Down

a. Tujuan Fungsioanal/Teknis
1. mendapatakan level shots dari subyek yang rendah letakknya
2.mengambil gambar subyek atau obyek sekaligus dalam foregroundnya
3. menghindari gerakan dibelakang subyek

b. Tujuan Artistik
1. Meningkatakan perhatian penpntpn
2. menambah kekuatan subyek

4. Gerakan Dolly/Track In

a. Tujuan Fungsioanal/Teknis
1. memperlihatkan aktivitas talent secara lebih inci
2. menghindari subyek atau obyek yang tidak diperlukan
3. memposisikan kembali setelah terjadi perubahan kedudukan subyek atau obyek
4. merubah titik perhatian gambar
5. memperkuat subyek yang sedang menuju kamera

b. Tujuan Artistik
1. menciptakan efek subyektif
2. menginkatkan ketegangan
3. mengisi subyek yang mulai lemah dominasinya karena subyek menjauhi kamera
4. mengalihkan perhatian penonton
5. memusatkan perhatian.
6 memperlihatkan adanya informasi baru pada gambar
7. memperlihatkan subyek yang dinilai penting.

5. Gerakan Dolly/Track Out

a. Tujuan Fungsioanal/Teknis
1. memperluas sudut pandangan
2. memperlihatkan kedudukan subyek lebuh banyak
3. memperlihatkan kedudukan lebih luas
4. menunjukkan informasi baru
5. memperlihatkan masukan subyek yang baru dalam gambar
6. mengakomodasikan gerakan yang akan datang

b. Tujuan Artistik
1. Mengurangi dominasi
2. menciptakan efek subyektif
3. menunjukkan adanya suatu kejutan
4. meningkatkan ketegangan
5. menunjukkan adanya suatu hubgungan

6. Gerakan TRuck/Crub

a. Tujuan  Fungsioanal/Teknis
1. meliaht subyek dari sudut pandang yang lain, tanpa terjadi transisi gambar
2. mengikutkan atau tidak subyek pada foreground maupun background
3. memperbaiki posisi subyek yang salah letaknya
4. menunjukkan adanya informasi ataupun subyek baru yang muncul pada gambar
5. mengkomposisikan gambar

b. Tujuan Artistik
1. merubah titik atau pusat perhatian penonton

7. Gerakan Following Tracking/ mengikuti subyek

a. Tujuan Fungsioanal/Teknis
1. pada close up
2. pda long shot

b. Tujuan Artistik
1. menghubungkan subyek dengan lingkungan
2. menghindari adanya transisi gambar
3. menghindari perubahan sudut pandang
4. mempertahankan kontinuitas



B. Komposisi Gambar 

Dalam menata gambar pada film layar lebar biasanya, komposisi yang dipilih akan memberikn efek yang lain. komposisi yang standar dn lazim digunakan adalah penaruahn subyek atau obyek gambar ditegah layar.  padahal sebenarnya variasi bisa diberikan dalam beberapa altenatif.

MANIFULASI WAKTU DALAM FILM

MANIFULASI WAKTU DALAM FILM

Ada beberapa cara untuk mempersingkat waktu dalam pembuatan film, yaitu jenis-jenis manipulasi waktu :

a. . Screen Time
yaitu peristiwa yang dinampakkan dilayar misalnya hari, bulan, tahun, dll. biasanya untuk memudahkan penonton, keterangan waktu iu ditunjukkan memaliu penulisan title atau subtitle dilayar.

b.  Subjettive time
manipulasi yang uncul melaliu emosi atau perasaan yang ditunjukkn melalui akting karakter.

c. Compressed Time
dengan waktu yang dipampatkan biasanya dibuat melalui pembuatan sekwen, scene atau shot dengan setting waktu yang berbeda.

d. Long take
shot tunggal yang menunjukkan periode waktu tertentu yang kelihatan natural karena hampir sesuai dengan kenyataan.

e. Simulatenous time
peristiwa yang terjadi ditempat yang berbeda tapi bersamaan dengan pararel editing atau cross editing.

f. Slow-motion
penggunaan efek memperlambat adegan untuk menunjukkan bahwa adegan dilakukan dngan cepat.

g. Fast-motion
penggunaan efek mempercepat adegan untuk memperlambat adegan atau membuat kesan lucu

h. Reverse Motion
penggunaan adegan diulang untuk menunjukkan bhawa action tidak jadi dilakukan seperti orang yang terjun kekolam ditarik sehingga tidak jadi.

i. replay
pengulangan beberapa adegan yang penting untuk menunjukkan bajwa sikarakter sedang mengingat apa yang pernah yerjadi

j. Freeze frame
penggunaa still foto atau tidak ada gerakan sama sekali untuk menunjukkan waktu yang telah berlalu dan kemudian berganti dengan adegan atau proses selannjtnya

k. Flash back
sebuah break untuk menunjukkan apa yang pernah terjadi dimasa lalu yang berhubungan dengan masa sekarang.

KONVENSI DALAM FILM

KONFENSI DALAM FILM
 
A. PENGERTIAN KONVENSI
            Konvensi lebih merupakan kesepakatan terhadap prinsip-prinsip dasar mengenai sesuatu hal. Konvensi kadangkala tidak dapat diterima oleh seluruh audience film tapi hanya sebagian audince saja .
B. MACAM-MACAM KONVENSI
            1.  Continuity film atau scene adalah sebuah penggambaran secara leteral atau harafiah realitas hidup dalam keadaan yang dapat dipercaya dengan tatanan kronologis yang runtut . biasanya terdapat dalam dramatik film .
             2.  dynamic film, istilah lainya adalah non Continuity film yang tentu saja sangat bebeda dengan kontinuity film, karena dynamic film ini ditandai oleh sifatnya yang dokumnter dan mengandung unsur fantasi .
            3.  frame, Merupakan pemilihan gambar dan suara yang dilakukan oleh pembuattan film untuk membingkainya secara baik serta menyambung-nyambungnya dalam sebuah kesatuan utuh .
             4.  Visual Thinking, merupan cara melihat segala aspek kehidupan hendak bisa menuangkan ide atau cerita dalam bentuk cerita ide cerita atau naskah atau skenario dapat diwujdkan dalam bahasa visual .
           5.  Mise-en-Scene, adalah setting yang merupakan susana dimana karakter hidup. Mungkin pas mungkin pula tidak. Yang jelas meski disengaja atau tidak oleh pembuattan film mise-en-scene adalah adegan yang benar-benar teringat kuat dalam bentuk audince.

BELAJAR MENG-AFRESIASI FILM

BELAJAR MENGAFRESIASI FILM
 
A.  APRESIASI VERSUS KRITIK FILM
Secara tegas, Marselli menegaskan perbedaan antara apresiasi film dengan kritik film. Apresiasi film menurutnya adalah sebuah bentuk ungkapan penghargaan terhadap sebuah karya film. Sehinggah siapapun yang mempunyai keinginan untuk memperoleh sebuah kenikmatan dari menonton film dianggap sudah punya niat untuk mengapresiasinya.
B. MENGKRITISI FILM
            Dalam memberikan penilaian yang utuh terhadap film yang dianggap sebagai sebuah proses untuk mengritisi film, Marselli mengemukakan sebuah pendekattan yang, mempertanyakan tema, mempertanyakan unsur-unsur , sehubungan dengan maksud sutradara, setelah itu perlu dilakukan evaluasi obyektif, dan sebagai manusia.
C. MENGAPRESIASI FILM
 
            Dalam hubunganya dengan film sebagai salah satu bentuk audio visual, mengapresiasi sebuah film mengandung sejumlah pengertian yaitu memahami, menikmati dan menghargai. Tiga kata ini merupakan kata yang tak bisa dipisahkan satu sama lain.
D. TAHAPAN MENGAPRESIASI FILM
            Pemahaman, didalam tahap ini, penonton berusaha melibatkan emosi dan pikiranya untuk memahami ide cerita ada di dalam sebuah film .
            Penikmatan, Tahap kedua apresiasi film adalah saat penonton berusaha memahami dan menghargai behid the scene dari sebiuah film .
            Penghargaan, Tahap penhargaan ini terjadi ketika penonton membuat relasi antara pengalaman yang menjadirilusi realitas dalam film dengan pengalaman kehidupan yang real dihadapinya.
           
E. HAMBATAN DALAM MENGAPRESIASI FILM
            Dalam melakukan apresiasi film biasnay muncul beberapa hambatan yang menghalangi penonton untuk melakuakn apresiasi, diantaranya adalah :
1. adanya kecendrungan untuk memilih jenis film tertentu.
2. Terlalu merespons salah satu bagian dari sebuah film dan kurang memperhatikan secara seksama bagian yang lain sehingga tidak bisa mengapresiasi film secara utuh.
3. Adanya overestimate terhadap film,
4. Kondisi psikologis saat penonton seperti ketika sedang sedih atau terlampau gembira terkadang juga mempengaruhi mood menonton dan mengapresiasi film .
5. Adanya gangguan dari luar diri penonton.
            Meskipun terdapat berbagai hambatan seperti yang telah diuraikan diatas, sebenarnya terdapat beberapa kiat untuk mengatasinya yaitu sebagai berikut :
1. Sebagai penonton sebaiknya bersikap obyektif.
2. Menikmati sebuah film sama halnya dengan menikmati sebuah karya.
3. sedapat mungkin ciptakan suasana yang kondusif.
4. Menonton dan menonton adalah latihan yang terbaik untuk memberikan peningkatan atas kemampuan diri sendiri untuk terus mengapresiasi film.

KONVENSI DALAM TATA SUARA

KONVENSI DALAM TATA SUARA
 
A. TATA SUARA
            Tata suara atau sound atau penggunaan unsur audio atau sura dalam sebuah film mempunyai fungsi sebagai pemberi kesan hidup pada unsur visual film tersebut .
B. UNSUR TATA SUARA
            1. Dialog, biasanya mengambil porsi paling besar dalam sebuah film dan biasanya tidak seperti dalam kehidupan sehari-hari yang banyak diwarnai basa-basi dan pembicaraan yang tidak berujung pangkal .
            2. Narasi,  adalah vice over atau suara yang muncul diluar apa yang nampak layar. Kehadiran suara tanpa wujud ini diterima dan dipercaya oleh audince karena suara itu mempunyai otoritas dalam memberikan penjelasan secara verbal terhadap rangkaina gambar yang tertata dalam film .
            3. Thought voice, narasi yang menyiarakan apa yang terjadi dalam benak/ fikiran dimana dalam layar seorang aktor tidak bebicara lewat bibir tapi audince mendengar suaranya yang menceritakan apa yang sedang dipikirkanya semacam menolog panggung yang dipindahkan kedalam film .
            4. Musik, upaya menggambungkan aksi dramatik dan musik dalam film juga merupakan suatu konvensi .
            5.Sound efect,  Sama halnya dengan unsur suara lainya, sound efect mempunyai kontribusi yang besar dalam mendukung ilusi realitas sebuah film .
            6. Atmosphere, merupakan unsur suara yang menciptakan kesan suara terhadap suasana sebenarnya .

STRUKTUR BERCERITA DALAM FILM

 
 STRUKTUR BERCERITA DALAM FILM

A. POLA NARATIF
1. STRUKTUR NARATIF
          Yaitu film yang menggunakn struktur bercerita yang menyampaikan sebuah kisah atau pesan tertentu dimana biasanaya cara berceritanya menggunakan urutan kronologis peristiwa . 
2. PROSES PENULISAN POLA NARATIF
                1. Basic Story Idea, membuat ide dasar atau gagasan cerita.
                2. Narrative Synopsis Outline, membuat ringkasan cerita yang biasanya ditulis dalam         bentuk  paragraf dengan panjan sekitar 1-2 halaman .
                3. Scene Outline/Scene Breakdown, sering juga disebut dengan treatmant karena sudah   membagi sinopsis atau bringkasan cerita dalam beberapa sekwen atau pembababakan yang berisikan ringkasan isi sekwen, isi pokok adegan, situasi dan suasana, toko, seting, property, dan shot penting disetiap sekwen .
                4. First Draft, Naskah pertama yang dibuat oleh penulis naskah sebelum menerima masukan dari tim kreatif lain seperti sutrdara, produser, maupun tim .
3. TEKNIK NARATIF
                1. Exposition
                2. Preperation
                3. Foreshadowing
                4. Plant
           
4. POINT OF VIEW (pov)
                1. The First person
                2. Omniscient
                3. Scenic/ objective
                4. Dencentral intelegence
5. POLA NON NARATIF
                Beberapa bentuk film non naratif
                1. Film kategoris
                2. Film Reloris
                3. Film abstrak
                4. Film Asosiati

CAFIFES 2019


CANDRADIMUKA FESTIFAL FILM
(CAFIFES 2019)




Cadradimuka Film Festival 2019 (cafifest)
Halo salam komunikasi!!! 
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) STISIPOL Candradimuka Palembang dan Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan bangga menggelar "Candradimuka Film Festival 2019 (CAFIFEST 2019)" 
Festival yang diadakan pada tanggal 30 April 2019 di Aula Ismail Djalili Stisipol Candradimuka ini diramaikan dengan beberapa rangkaian acara, yaitu:
-Lomba Film Pendek
-Talkshow & Screening Film.
-Pameran Fotografi Bazar Makanan dan juga cek kesehatan 
















" Informasi mengenai Lomba Film Pendek : 
○ Ada 2 Kategori : 1. Mahasiswa/i dan umum
 2. Siswa/i SMA,SMK,MA Se Sumatera Selatan. 
○ Ada 5 genre Film yang akan dilombakan :
 1. Genre Action 
 2. Genre Comedy
 3. Genre Drama
 4. Genre Horor 
 5. Genre Legenda (SUMSEL) 




Selain lomba Film pendek pastinya banyak sekali stand stand yang bisa di kunjungi baik itu makanan maupun untuk cek kesehatan, dan pastinya mata kalian  tertuju dengan karya-karya foto dari HIMAKOM STISIPOL Candradimuka yang di pamerkan
.○ Pameran Foto dari Divisi FOTOGRAFI HIMAKOM STISIPOL Candradimuka.
 ○ Stand Cek Kesehatan Gratis dari Divisi HUMAS HIMAKOM STISIPOL Candradimuka. 
 ○ Food/Drink Bazar Periklanan dari mahasiswa/i Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka




Kegiatan Talkshow dan Screening Film ini dilaksanakan pada : Hari/Tanggal : Selasa, 30 April 2019 Waktu : 13.00 WIB s.d Selesai Tempat : Aula Ismail Djalili STISIPOL Candradimuka HTM : Rp. 50.000/org *Include: (Snack, Makan Malam, Sertifikat, Screening 2 film terbaik dari seluruh kategori dan genre yang dilombakan jadi ada 20 film yang akan di-screening, Cek Kesehatan, Pin)



Menurut saya Cafifest yang diadakan oleh Himakom Stisipol Candradimuka ini sangat seru, karena festival ini sangat bermanfaat untuk menguji kemampuan agar menjadi Sineas Muda yang handal. selain itu ada banyak jajanan dari anak-anak yang mengambil MK periklanan, bisa cek kesehatan gratis dan bisa menikmati hasil fotografi yang sangat keren-keren.

NOBAR FILM SHAZAM DI OPI MALL

NOBAR FILM SHAZAM


Hasil gambar untuk cover film shazam
SHAZAM

               Film sebagai sebuah karya seni sekaligus media massa adalah sebuah wujud dari berbagai unsur yang menjadi kesatuan yang utuh. Berikut akan dibahas elemen-elemen film Shazam dengan detai.
  A.  IDE CERITA
Nama Shazam sendiri berasal dari akronim enam kata yang merepresentasikan kekuatannya. Enam kata tersebut ialah Solomon yang bijaksana, Hercules yang kuat, Atlas yang memiliki stamina tak terhingga, Zeus yang megah, Achilles yang berani dan Mercury yang sangat cepat.
Disaat Billy Batson menyebutkan kata “Shazam!”, ia akan berubah menjadi seorang dewasa dengan kemampuan super antara lain kekuatan yang melebihi manusia biasa, kemampuan untuk terbang dan lari secepat kilat. Shazam juga dianggap sebagai salah satu karakter paling kuat dalam franchise superhero DC dan pernah berkelahi dengan Superman dalam beberapa edisi komik.
Sejak trailer pertama kali dirilis, telah ada indikasi bahwa Shazam! akan menjadi film yang mengocok perut. Memang, film-film DC Comics sebelumnya pernah dinilai gagal menyamai antisipasi yang timbul karena materi yang ditayangkan di trailer, namun kali ini, Shazam! berhasil menyamai – atau bahkan melewati – ekspektasi publik.
Shazam! meraih respon yang positif di mata mayoritas kritikus dan Rotten Tomatoes yang sering memberikan penilaian negatif terhadap film-film DC memberikan rating 93kepada film ini.
“Sebuah karya yang secara mulus menggabungkan humor dan kehangatan, Shazam! adalah film yang tidak melupakan kekuatan utama genre film komedi; terpenuhinya keinginan yang penuh keriangan.” tulis review umum di website Rotten Tomatoes.
Penulis cerita: Henry Gayden, Darren Lemke
   B.  SKENARIO
Penulis naskah: Henry Gayden
·         Billy Batson, seorang anak yatim berusia 14 tahun yang bermasalah yang tinggal di Philadelphia, diatur untuk pindah ke rumah asuh baru - yang ketujuh berturut-turut - dengan keluarga Vazquez dan lima anak asuh lainnya. Suatu hari, Billy naik mobil subway dan menemukan dirinya diangkut ke dunia yang berbeda di mana penyihir kuno memberinya kekuatan...
   C.  SUTRADARA

David F. Sandberg adalah pembuat film Swedia. Dia terkenal karena film pendek horor kolektif tanpa anggaran di bawah nama samaran online ponysmasher dan untuk debut sutradara 2016 Lights Out, berdasarkan film pendek horor 2013 yang disandangnya dengan nama yang sama.
   D.  PEMERANAN (AKTOR/AKTRIS)

Cast (in credits order)  


Zachary Levi
...
Mark Strong
...
Asher Angel
...
Jack Dylan Grazer
...
Adam Brody
...
Super Hero Freddy
Djimon Hounsou
...
Faithe Herman
...
Meagan Good
...
Super Hero Darla
Grace Fulton
...
Michelle Borth
...
Ian Chen
...
Ross Butler
...
Jovan Armand
...
D.J. Cotrona
...
Super Hero Pedro
Marta Milans
...
    E.   TATA ARTISTIK
Casting by                     : Rich Della
Production Design by   : Jennifer Spence
Set Decoration by         : Shane Vieau
Costume Design by      : Leah Butler

Make Up Deaprtment   : Kayla Dobilas
Hair Department           : Ryan Reed
     F.    SiNEMATOGRAFI
Greg Denny : United production
   
           G.  EDITING

Camera and Electrical Department 

...
second assistant camera "b" camera


        H. TATA SUARA


Sound Department 

...
ADR
 I.     TATA MUSIK



 
...
sound designer / supervising sound editor


  J.    VISUAL EFEK
...
digital compositor

Keseruan kita anak komunikasi stisipol candradimuka palembang, nobar sinematografi film Shazam di XXI opi mall seru sekaliiii, gak cuma nonton kita juga makan bareng , Dan kita juga menggunakan alat transportasi LRT, jadi tuh kita pergi ke opi mall naik LRT seru banget, anak komunikasi emg best, Film nya juga keren banget ada lucunya, dan pasti nya Action , pokoknya seru banget dechh nobar hari ini , The Besssstt