ini adalah 10 film favorit saya yang saya sendiri tidak perna bosan untuk menontonya sendiri.
Mamma Mia! Here We Go Again

Alasan saya suka sekali dengan film ini
ada dua. Pertama karena ada lagu lagu lawas ABBA, tapi jalan cerita di
film kedua ini jauh lebih menarik dibandingkan dengan film pertamanya
yang adu duhh menurut saya. Kedua, munculnya Cher, yup Cher dengan lagu
Fernando di film ini keren asliiii…Saya suka sekali bahkan gara gara
Cher sang legenda itu saya jadinya beli soundtrack nya.
Mary Poppins Return

Sebagai film yang sekuel setelah berapa
tahun coba… yup 54 tahun sejak film pertamanya. Tapi menurut saya peran
Emily Blunt di film ini sangat total, benar benar gak ada perubahan sama
yang dimainkan sama Julie Andrews. Mulai dari ceriwisnya, kemudian
suaranya, plus jutek juteknya, lagu lagunya persis sama yang dimainkan
sama Andrews 54 tahun lalu.
The Favourite

Film yang diputar akhir tahun 2018 ini
super sekali. Saya suka sekali dengan tema nya yang unik, yaitu
perebutan kekuasaan politik tapi di balik layar. Hal ini lumrah kalau di
Monarki, karena seorang raja atau ratu mempunyai kuasa untuk menentukan
siapa yang dia sukai dan tidak disukai secara subjektif. Film ini
mengingatkan saya dengan kisah Muhtesem Yuzyil di Turki, apalagi kisah
perseteruan nya adalah antara para pelayan raja, dengan menggunakan
sensualitas. Di samping kisah nya yang bisa saya katakan kontroversial,
tapi film ini berhasil menjadi nominator Oscar 2019. Dan tidak tangung
tanggung 3 pemeran utamanya masuk ke dalam kategori akting, dan tidak
luput sang sutradara, dan juga filmnya yang menjadi nominasi film
terbaik.
A Quiet Place

Tahun 2018 merupakan tahun nya Emily
Blunt, karena dia bersinar banget apalagi setelah memainkan film ini.
Saya tidak tahu ya mohon koreksi jika saya salah di film ini yang
merupakan genre Horror, merupakan salah satu film Horror terbaik di
2018. Di genre horror sendiri ada beberapa sekuel dan prekuel yang cukup
mengecewakan, tapi ini extraordinary. Konsep nya saja udah bikin
merinding yaitu “Diam”. Saya berkesan sekali dengan advertising
marketing nya yang memberikan pesan kepada setiap penonton jangan makan
dengan suara keras di bioskop agar tidak tertangkap sama makhluk dari
film ini, hahaha lucu sekali kan.
A Star is Born

Film yang diperankan oleh sang penyanyi
kontroversial yaitu Lady Gaga ini sukses mencuri hati saya. Sekilas saya
pikir Lady Gaga bakal jadi kandidat Oscar yang sangat potensial,
sebelumnya kita sudah melihat beberapa penyanyi yang pernah meraih
Oscar, salah satunya adalah Cher kemudian Barbra Streissand, dan bisa
jadi kan Gaga akan mengikuti jejak langkah mereka, karena sudah puluhan
tahun saya rasa tidak ada lagi penyanyi yang berakting maksimal. Secara
cerita walaupun filmnya adalah film daur ulang di tahun 70 an tapi film
ini sederhana dan Bradley Cooper sang sutradara begitu pandai membuat
drama di film ini menjadi begitu nyata dan logis menurut saya.
Aquaman

Sukses dari genre horor dan sekarang
dipercayakan sebagai sutradara sebuah film DC, James Wan memang
inovatif. Menurut saya dia ini calon calon sutradara inovatif kalau di
era 2000 an ada Christopher Nolan, kemudian di era 90 an ada Martin
Scorsese, Steven Spielberg. Nah bisa jadi Wan udah masuk ke level ini,
dulu dia percayakan megang Conjuring di era dimana horor sedang down
banget kemudian booming kembali, nah sekarang dia dipercayakan megang DC
dimana DC agak sedikit yah patah patah sayap lah, karena kemolekan
Marvel. Namun dia berhasil, superb banget gambaran Atalantis, yang
bahkan para pembaca komik DC sangat kagum dengan gambaran yang diberikan
oleh Wan tersebut.
Ready Player One

Seperti kata dosen saya Virtual Reality
is the biggest innovation in human life.. Dan bukunya Ernest Cline
merupakan salah satu buku tentang Virtual Reality yang terbaik. Kemudian
difilmkan oleh sutradara favorit saya yaitu Steven Spielberg. Walaupun
secara kualitas film ini katanya down sekali, ratingnya di Rotten
Tomatoes rendah sekali. Namun film ini menurut saya sudah bisa
merepresentasikan yang ada di buku. Walaupun mungkin karena banyak
perubahan yang dibuat oleh Spielberg, karena sepertinya Spielberg ingin
menampilkan sesuatu yang fantastis padahal jika dia menginterpretasikan
sesuai gambaran di buku saja sudah cukup keren menurut saya.
Avengers : Infinity War
Film yang terus terang saya tonton 5x
ini, sebenarnya adalah salah satu film Marvel terbaik. Walaupun
endingnya sedih tapi klimaks menurut saya. Ditambah muncul beragam
teori, menjadikan brand film Marvel sangat kuat. Dengan meraup
keuntungan $2,048 million ini menjadikan Marvel adalah salah satu
universe yang tidak terkalahkan, walaupun ada beberapa pesaing di tahun
yang sama seperti Star Wars dengan film Solo kemudian ada juga Fantastic
Beast, tetap Marvel punya hati hampir di semua kalangan mulai dari
generasi paling kecil sampai generasi paling tua. Apalagi sekarang
mereka sudah mempunyai fans fanatic yang semakin memperkuat posisi
mereka.
Semoga film selanjutnya di tahun 2019
yang tidak lama lagi akan keluar juga tidak kalah menariknya
dibandingkan film ini di tahun 2018.
Bohemian Rhapsody

Queen memang adalah band rock yang paling
fenomenal dan kontroversial ya. Bayangkan saja kebebasan berekspresi
yang mereka lakukan ternyata berhasil menciptakan sebuah karya kreatif.
Di film ini kita jadi tahu rupanya lagu “Bohemian Rhapsody” yang sangat
melegenda itu melalui proses yang tidak mudah ya. Ada konflik, ada ego,
ada juga perseteruan. Sang Sutradara juga sangat luar biasa membangun
karakter dari Freddie di dalam Rami Malek. Ya mudah mudahan ini bisa
menghantarkan Rami meraih Oscar tahun ini. Rami you are the Champion.
Black Panther
Tidak bisa dipungkiri memang ada banyak
sekali film Marvel di tahun 2018. Namun yang berhasil mencuri perhatian
baik komersial dan kritikus adalah film Black Panther. Apa ya, ini
merupakan sebuah perpaduan antara film heroik dan juga budaya kalau bisa
saya berargumentasi. Karena di satu sisi merupakan suatu hal baru kita
bisa melihat sebuah negara yang tertutup seperti Wakanda, tapi ternyata
di balik itu ini adalah negara paling makmur di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar